Remaja adalah masa dimana kita mencari jati diri, mencari tahu siapa diri kita, apa bakat kita, dan apa gunanya hidup kita di dunia ini. Hidup itu cuma sekali, dan masa remaja itu datang tak akan terulang lagi. Gunakan masa mudamu sebelum datang tuamu. Jangan sampai menyesal di kemudian hari, penyesalan karena kita belum berbuat apa-apa.
Semua orang pasti ingin sukses dalam hidupnya, siapa pun dia. Bahkan banyak buku, diskusi, dan training yang membahas mengenai topik ini. Dan bisa jadi telah banyak buku, diskusi, dan training yang telah kita ikuti. Namun, mengapa kesuksesan belum juga datang?
Apakah kita sudah menyiapkan dan memulai untuk mewujudkannya? Ibarat orang yang akan membangun rumah, tentu orang tersebut harus bisa membayangkan rumah seperti apa yang ingin ia bangun, lalu menyiapkan desainnya, lokasinya, bahan baku bangunannya, tukangnya, dan tentu kita harus mulai membangunnya. Kapan? Ya tergantung.. Sebab cepat lambatnya tergantung kita. Kalau kita ingin rumahnya segera jadi maka tentu kita akan mulai membangunnya lebih cepat, demikian pula sebaliknya.
Untuk menjadi seorang remaja yang sukses, maka jadilah manusia 100%. Dalam menjalankan sesuatu, lakukanlah dengan kekuatan penuh 100%! Sebab, bila ada keraguan atau kemalasan 1% saja, hasilnya akan nihil. Namun, bukan hanya beragama yang perlu 100%, dalam semua aktivitas yang kita lakukan selalu gunakan kekuatan penuh 100%. Manusia 100% selalu memberi yang terbaik. Ia buang keraguan. Ia campakkan kemalasan. Ia singkirkan keluhan.

Jadilah PRIMADONA (Percaya diri, Rajin belajar, Ingat Allah selalu, Milikilah mimpi, Aktif berkarya, Dengarkan nasihat orang-orang sukses, Orang tua ditaati, Niat ikhlas pantang menyerah, dan Aku yakin pasti bisa). Pastikan juga kesuksesan hidup kita itu sesuatu yang bisa kita banggakan di hadapan Allah, menjadi bekal di kehidupan setelah dunia. Ketika kita ingin mewujudkan mimpi-mimpi kesuksesan kita dan itu adalah ibadah yang mendatangkan cinta-Nya kepada kita, yakinilah bahwa Sang Mahatahu akan membantu mewujudkan mimpi-mimpi itu. Kita tidak sendirian, ada Sang Mahakuasa yang menemani kita mewujudkan mimpi-mimpi itu.




0 comments:
Post a Comment